Cara Menggunakan RedHawk Untuk bobol Website dan Semacamnya

  2 comments
October 26, 2019



RedHawk bisa di bilang juga (All In One Tool For Information Gathering And Vulnerability Scanning)
 Berbicara mengenai tool-tool pada Linux,mungkin tidak akan pernah ada habisnya bukan? betapa tidak sahabat,lihat saja perkembanganya mulai dari masa ke masa,mulai dari versi ke versi serta pergerakanya yang semakin hari semakin bagus,perbaikan bug yang terus terkontrol serta pengembangan grafis yang semakin menarik mata para pengguna Linux yang hidup di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini. Namun semua itu rasanya kurang lengkap apabila kita hanya sekedar mengenal ataupun sekedar membahas nya saja,ada baiknya kita pun ikut berkecimpung di dalam nya,paling kurang kita mengerti dan faham saja tentang bagaimana cara kerja nya,bagi sahabat linux yang mempunyai misi dan juga pola pikir yang sama seperti saya,ayo ikuti bait per baitnya.
Kita mulai dengan tool yang di beri nama dengan "Red Hawk" sebelum kita melangkah lebih jauh,maka kita awali dengan pengenalan terlebih dahulu :
Red Hawk merupakan salah satu tool yang bisa di gunakan untuk mendapatkan informasi (information gathering) dan juga pemindaian untuk mencari kerentanan pada suatu sistem atau jaringan (vulnerability scanning) namun red hawk ini mempunyai beberapa fungsi yang sangat berpengaruh terhadap informasi dan pemindaian pada kerentanan suatu sistem maupun jaringan.

Di dalam Red Hawk ini terdapat beberapa fungsi yang akan kita jelaskan secara berkesinambungan,di harapkan sahabat linux bisa memahami,mengerti, juga di harapkan bisa menggunakanya dengan baik pula.

Features Of The Tool:
  • Server Detection
  • Cloudflare Detection
  • Robots.txt Scanner
  • Whois
  • GEO-IP Scan
  • NMAP Port Scan
  • DNS Lookup
  • SubNet Calculator
  • Subadomain Finder
  • Reverse Ip Scanner
  • CMS detection For Sites On the same server
  • Parameter Finder
  • Error based SQLI Detector

CMS Detector
  • WordPress
  • Joomla
  • Drupal
  • Magento

Crawler

Basic Crawler {69}
  • Admin Scanner
  • Backups Finder
  • Misc. Crawler
Advance Crawler {420}
  • Admin Scanner
  • Backups Finder
  • Misc. Crawler

Cara install RedHawk Klik Disini

jika anda sudah menginstall RedHawk
Selanjutnya ketik Perintah 
  • $ cd red_hawk
  • $ chmod +x rhawk.php
  • $ php rhawk.php
Jika Berhasil akan tampil seperti gambar di bawah
cara menggunakan
1.cari web yang akan di scan dan taruh di redhawk kita
Nb:jangan pake http/https
Lalu enter
2.kemudian kita pilih apakah web yang anda scan itu http atau https
Jika http maka ketik 1
Jika https maka ketik 2
Lalu enter
3.lalu lihat  anda pilih saja menu yang di sediakan di situ dengan ketik angka nya
Berikut menu nya

Features Of The Tool:

Server detection
Cloudflare detector
robots scanner
Whois
GEO-IP Scan
NMAP Port Scan
DNS Lookup
SubNet Calculator
Subdomain Finder
Reverse IP Scanner
CMS detection For Sites On the same server.
Parameter Finder
Error based SQLi Detector
   14. CMS Detector

WordPress
Joomla
Drupal
Magento
15. Crawler

Basic Crawler {69}

Admin scanner
Backups Finder
Misc. Crawler
Advance Crawler{420}

Admin scanner
Backups Finder
Misc. Crawler


Read More

100 Perintah Linux

  No comments
October 07, 2019



1. any_command –help :
Menampilkan keterangan bantu
tentang pemakaian perintah.
“–help” sama dengan perintah pada
DOS “/h”.
2. Ls : Melihat isi file dari direktori
aktif. Pada linux perintah dir hanya
berupa alias
dari perintah ls . Untuk perintah ls
sendiri sering dibuatkan alias ls –color
, agar
pada waktu di ls ditampilkan warna-
warna sesuai dengan file-filenya,
biasanya hijau
untuk execute, dsb.
3. Ls –al : Melihat seluruh isi file pada
direktori aktif beserta file hidden, lalu
ditampilkan layar per layar.
4. Cd directory : Change directory.
Menggunakan cd tanpa nama
direktori akan
menghantarkan anda ke home
direktori. Dan cd - akan
menghantarkan anda ke
direktori sebelumnya.
5. cp source destination : Mengcopy
suatu file
6. mcopy source destination :
Mengcopy suatu file dari/ke dos
filesystem. Contoh
mcopy a:autoexec.bat ~/junk .
Gunakan man mtools untuk command
yang
sejenis : mdir, mcd, mren, mmove,
mdel, mmd, mrd, mformat.
7. mv source destination :
Memindahkan atau mengganti nama
file
8. ln -s source destination : Membuat
Simbolic Links, contoh ln -sf
/usr/X11R6/bin/XF86_SVGA /etc/X11/X,
membuat Simbolic link dari file
XF86_SVGA ke X Membuat Simbolic
Links, contoh ln -sf
/usr/X11R6/bin/XF86_SVGA /etc/X11/X,
membuat Simbolic link dari file
XF86_SVGA ke X
9. rm files : Menghapus file
10. mkdir directory : Membuat
direktori baru
11. rmdir directory : Menghapus
direktori yang telah kosong
12. rm -r files : (recursive remove)
Menghapus file, direktori dan
subdirektorinya.
Hati-hati menggunakan perintah ini
apabila anda login sebagai root,
karena root
dengan mudah dapat menghapus
seluruh file pada sistem dengan
perintah di atas,
tidak ada perintah untuk undelete di
Linux
13. More : Untuk melihat isi suatu
file, dengan tambahan perintah more,
maka isi file
tersebut ditampilkan layar per layar.
14. less filename : Melihat suatu file
layar per layar, dan tekan tombol “q”
apabila
ingin keluar,
15. pico filename : Edit suatu text file.
16. pico -w filename : Edit suatu text
file, dengan menonaktifkan fungsi
word wrap,
sangat berguna untuk mengedit file
seperti /etc/fstab.
17. lynx file.html : Melihat file html
atau browse ke net dengan text mode,
dimana
gambar/image tidak dapat
ditampilkan, tapi lynx adalah suatu
browser yang sangat
cepat, sangat berguna bila anda hanya
menginginkan suatu artikel tanpa
image.
18. tar -zxvf filename.tar.gz : Meng-
untar sebuah file tar sekaligus meng-
uncompress file tersebut (*.tar.gz atau
*.tgz), untuk meletakkannya direktori
yg
diinginkan tambahkan option -C
direktori, contoh tar -zxvf
filename.tar.gz -C
/opt (meletakkan file tersebut di
direktori /opt.
19. tar -xvf filename.tar : Meng-untar
sebuah file tar yang tidak terkompress
(*.tar).
20. gunzip filename.gz : Meng-
uncompress sebuah file zip (*.gz” or
*.z). dengan
menggunakan gzip (juga zip atau
compress) jika anda menginginkan

mengompress
file.
21. bunzip2 filename.bz2 : Meng-
uncompress file dengan format (*.bz2)
dengan
utiliti “bzip2″, digunakan pada file
yang besar.
22. unzip filename.zip : Meng-
uncompress file dengan format (*.zip)
dengan utiliti
“unzip” yang kompatibel dengan pkzip
for DOS.
23. find / -name “filename” : Mencari
“namafile” pada komputer anda
dimulai
dengan direktori /. Namafile tersebut
mungkin saja berisi wildcard (*,?).
24. locate filename : Mencari file
dengan string “filename”. Sangat
mudah dan cepat
dari perintah di atas.
25. Pine : Email reader yang sangat
mudah digunakan, dan menjadi favorit
banyak
pemakai mesin Unix. Atau anda bisa
pakai email yang sangat customize,
yaitu mutt ,
26. talk username1 : Berbicara
dengan keyboard dengan user lain yg
sedang login
pada mesin kita (atau gunakan talk
username1@machinename untuk
berbicara
dengan komputer lain). Untuk
menerima undangan percakapan,
ketikkan
talk username2. Jika seseorang
mencoba untuk berbicara dengan
anda
dan itu dirasakan mengganggu, anda
bisa menggunakan perintah mesg n
untuk menolak pesan tersebut. Dan
gunakan perintah who atau rwho
untuk melihat siapa user yang
mengganggu tersebut.
27. Mc : “Midnight Commander”
sebagai file manager, cepat dan bagus.
28. telnet server : Untuk
menghubungkan komputer kita ke
komputer lain dengan
menggunakan protokol TELNET.
Gunakan nama mesin atau Nomor IP
mesin, dan
anda akan mendapatkan prompt login
name dari mesin tersebut, masukkan
passwordnya, oh ya .. anda juga harus
punya account di mesin remote
tersebut. Telnet
akan menghubungkan anda dengan
komputer lain dan membiarkan anda
untuk
mengoperasikan mesin tersebut.
Telnet sangat tidak aman, setiap yang
anda ketik
menjadi “open text”, juga dengan
password anda! Gunakan ssh alih-alih
telnet untuk
mengakses mesin secara remote.
29. rlogin server : (remote login)
Menghubungkan anda kekomputer
lain. Loginname
dan password, tetapi apabila account
anda tersebut telah dipakai, maka
anda akan
mendapatkan pesan kesalahan pada
password anda. Sangat tidak aman
juga, gunakan
ssh sebagai gantinya.
30. rsh server : (remote shell) Jalan
lain untuk menghubungkan anda ke
remote
machine. Apabila login name/
password anda sedang dipakai di
remote mesin tsb,
maka password anda tidak akan
berlaku. Idem dengan rlogin, gantikan
dengan ssh.
31. ftp server : Ftp ke mesin lain, ini
sangat berguna untuk mengopy file ke/
dari
remote mesin. Juga tidak aman,
gunakan scp dari keluarga ssh sebagai
gantinya.
32. Minicom : Program Minicom
(dapat dikatakan seperti “Procomm/
Hyperterminal for
Linux”).
33. ./program_name : Menjalankan
program pada direktori aktif, yang
mana tidak
terdapat pada PATH anda
34. Xinit : Menjalankan X-window
server (tanpa windows manager).
35. Startx : Menjalankan X-window
server dan meload default windows
manager.
Sama seperti perintah “win” under
DOS dengan Win3.1
36. startx — :1 : Menjalankan sesi X-
windows berikutnya pada display 1
(default
menggunakan display 0). Anda dapat
menjalankan banyak GUI terminal
secara
bersamaan, untuk pindah antar GUI
gunakan , , etc, tapi ini akan lebih
banyak
memakan memori.
37. Xterm : (pada X
terminal) ,menjalankan X-windows
terminal. Untuk keluar
ketikkan exit
38. Xboing : (pada X terminal). Sangat
lucu deh …., seperti games-games lama
…..
39. Gimp : (pada X terminal) Program
image editor yang sangat bagus, bisa
disamakan
dengan Adobe Photoshop, yang
membedakan adalah program ini
gratis.
40. Netscape : (pada X terminal)
menjalankan netscape, versi pada
waktu tulisan ini
dibuat telah mencapai versi 4.7
41. netscape -display host:0.0 : (pada
X terminal) menjalankan netscape
pada
mesin yang aktif dan menampilkan
outputnya pada mesin yang bernama
host display
0 screen 0. Anda harus memberikan
akses untuk mesin aktif untuk
menampilkannya
pada mesin host dengan perintah
xhost
42. shutdown -h now : (sebagai root)
Shut down sistem. Umumnya
digunakan untuk
remote shutdown. Gunakan untuk
shutdown pada konsol (dapat
dijalankan oleh user).
43. Halt : reboot (sebagai root) Halt
atau reboot mesin. Lebih simple dari
perintah di
atas.
44. man topic : Menampilkan daftar
dari sistem manual pages (help) sesuai
dengan
topic. Coba man man . lalu tekan q
untuk keluar dari viewer. Perintah
info topic
Manual pages dapat dibaca dilhat
dengan cara any_command –help .
45. apropos topic : Menampilkan
bantuan manual berdasarkan topik..
46. pwd : Melihat direktori kerja saat
ini
47. hostname : Menampilkan nama
local host (mesin dimana anda sedang
bekerja).
Gunakan perintah netconf (sebagai
root) untuk merubah nama host dari
mesin
tersebut, atau edit file /etc/hosts
48. whoami : Mencetak login name
anda
49. id username : Mencetak user id
(uid) atau group id (gid)
50. date : Mencetak atau merubah
tanggal dan waktu pada komputer,
contoh merubah
tanggal dan waktu ke 2000-12-31 23:57
dengan perintah; date 123123572000
51. time : Melihat jumlah waktu yg
ditangani untuk penyelesaian suatu
proses + info
lainnya. Jangan dibingungkan dengan
perintah date
52. who : Melihat user yang login
pada komputer kita.
53. rwho –a : Melihat semua user yg
login pada network anda. Layanan
perintah rwho
ini harus diaktifkan, jalankan setup
sebagai root untuk mengaktifkannya.
54. finger username : Melihat
informasi user, coba jalankan; finger
root
55. last : Melihat user sebelumnya
yang telah login di komputer.
56. Uptime : Melihat jumlah waktu
pemakaian komputer oleh seseorang,
terhitung
proses reboot terakhir.
57. Ps : (=print status) Melihat proses-
proses yang dijalankan oleh user
58. ps axu : Melihat seluruh proses
yang dijalankan, walaupun tanpa
terminal control,
juga ditampilkan nama dari user
untuk setiap proses.
59. top : Melihat proses yang
berjalan, dengan urutan penggunaan
cpu.
60. uname –a : Informasi system
kernel anda
61. free : Informasi memory (dalam
kilobytes).
62. df –h : (=disk free) Melihat
informasi pemakaian disk pada
seluruh system (in
human-readable form)
63. du / -bh : (=disk usage) Melihat
secara detil pemakaian disk untuk
setiap direktori,
dimulai dari root (in human legible
form).
64. cat /proc/cpuinfo : Cpu info.
Melihat file pada /proc directori yang
bukan
merupakan file nyata (not real files).
65. cat /proc/interrupts : Melihat
alamat interrupt yang dipakai.
66. cat /proc/version : Versi dari
Linux dan informasi lainnya
67. cat /proc/filesystems : Melihat
filesystem yang digunakan
68. cat /etc/printcap : Melihat printer
yang telah disetup
69. lsmod : (as root) Melihat module-
module kernel yang telah di load
70. set : Melihat environment dari
user yang aktif
71. echo $PATH : Melihat isi dari
variabel PATH . Perintah ini dapat
digunakan untuk
menampilkan variabel environmen
lain dengan baik. Gunakan set untuk
melihat
environmen secara penuh.
72. Dmesg : Mencetak pesan-pesan
pada waktu proses boot.
(menampilkan file:
/var/log/dmesg).
73. Clear : Membersihkan layar
74. Adduser : Menambah pengguna
75. alias : Untuk membuat alias dan
menampilkan alias yang sudah diset
sebelumnya.
76. xhost: Perintah ini digunakan
untuk memberi akses atau menghapus
akses(xhost -) host
atau user ke sebuah server X.
77. xset: Perintah ini untuk mengeset
beberapa option di X Window seperti
bunyi bel,
kecepatan mouse, font, parameter
screen saver dan sebagainya.
78. wall: Mengirimkan pesan dan
menampilkannya di terminal tiap user
yang sedang login.
Perintah ini berguna bagi superuser
atau root untuk memberikan
peringatan ke seluruh user,
misalnya pemberitahuan bahwa server
sesaat lagi akan dimatikan.
79. unalias: Kebalikan dari perintah
alias, perintah ini akan membatalkan
sebuah alias. Jadi
untuk membatalkan alias dir seperti
telah dicontohkan di atas, gunakan
perintah: $ unalias dir
80. su: Untuk login sementara sebagai
user lain. Bila user ID tidak disertakan
maka komputer
menganggap Anda ingin login
sementara sebagai super user atau
root. Bila Anda bukan root
dan user lain itu memiliki password
maka Anda harus memasukkan
passwordnya dengan
benar. Tapi bila Anda adalah root
maka Anda dapat login sebagai user
lain tanpa perlu
mengetahui password user tersebut.
81. mesg: Perintah ini digunakan oleh
user untuk memberikan ijin user lain
menampilkan pesan
dilayar terminal. Misalnya mesg Anda
dalam posisi y maka user lain bisa
menampilkan pesan
di layar Anda dengan
82. man: Untuk menampilkan manual
page atau teks yang menjelaskan
secara detail bagaimana
cara penggunaan sebuah perintah.
Perintah ini berguna sekali bila
sewaktu-waktu Anda lupa
atau tidak mengetahui fungsi dan cara
menggunakan sebuah perintah.
83. ls: Menampilkan isi dari sebuah
direktori seperti perintah.
84. fg :Mengembalikan suatu proses
yang dihentikan sementar(suspend)
agar berjalan kembali di
foreground.
85. grep : Global regular expresion
parse atau grep adalah perintah untuk
mencari file-file yang
mengandung teks dengan kriteria yang
telah Anda tentukan.
86. wc: Word Count, menampilkan
jumlah bytes, kata dan baris dalam
suatu file .
87. vi: Teks editor vi.Syntax : vi
[nama_file].
Beberapa perintah dasar vi yang
banyak digunakan adalah : i : masuk
ke mode
INSERT, agar dapat melakukan
pengetikan. dd : untuk menghapus
sebanyak 1 baris. dnd :
untuk menghapus sebanyak N baris.
yyp : untuk meng-copy 1 baris penuh.
[ESC] : untuk
keluar dari mode yang sedang aktif. :w
: untuk menyimpan file (w = write). :q
: untuk keluar
dari vi (q = quit). :wq : untuk
menyimpan file dan langsung keluar
dari vi (wq = write
quit)Syntax : wc [options] nama_file
88. su: Untuk berganti user aktif. Jika
hanya menggunakan su saja maka
diasumsikan user yang
dituju adalah root.
89. chgrp: Untuk mengganti grup
pemilik suatu file atau direktori
90. cal: Menampilkan kalender
91. du: Menampilkan penggunaan
kapasitas harddisk oleh suatu
direktori.
92. df: Menampilkan penggunaan
partisi harddisk secara keseluruhan. df
–h
93. head: Secara default menampilkan
10 baris pertama pada suatu file. Jika
ingin menampilkan
jumlah baris yang berbeda dapat
menggunakan option –n diikuti jumlah
baris yang
diinginkan.
94. history: Menampilkan perintah
perintah yang telah digunakan
sebelumnya. Note: Linux
memiliki fasilitas untuk menyimpan
perintah-perintah yang pernah
digunakan.
95. init: Untuk mengganti run level.
Note: Karena penggunaan run level
adalah hal yang
berpengaruh besar pada sistem, maka
untuk melakukan ini harus
menggunakan SUPER-
USER atau yang memiliki kemampuan
sama dengan root.
96. ping: Untuk melakukan test
konektivitas/hubungan antara dua
komputer dalam suatu
jaringan (LAN).
97. logout: Untuk keluar dari sistem.
98. Find : Untuk menemukan dimana
letak sebuah file. Perintah ini akan
mencari file sesuai
dengan kriteria yang Anda tentukan.
Sintaksnya adalah perintah itu sendiri
diikuti dengan
nama direktori awal pencarian,
kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard,
metacharacters) dan terakhir
menentukan bagaimana hasil
pencarian itu akan ditampilkan.
99. More :Mempaging halaman, seperti
halnya less.
100. Zip : Perintah ini akan membuat
dan menambahkan file ke dalam file
arsip zip. Lihat
juga perintah gzip dan unzip.

Hoh:)

Read More

Tutorial DNS Spoofing (ngusilin temen)

  No comments
October 07, 2019


Bagaimana saya mengerjai teman saya menggunakan DNS Spoofing?

Sekarang siapa yang tidak suka cerita iseng yang hebat? Anda tahu seluruh ide peretasan pertama kali dimulai oleh orang iseng yang mencoba melakukan hal-hal gila dan mengutak-atik hal-hal untuk membuat mereka melakukan hal-hal aneh. Artikel ini mirip dengan tempat saya mengerjai teman saya menggunakan spoofing DNS.
DNS spoofing adalah bentuk hacking keamanan komputer di mana korupsi Domain Name System Data dimasukkan ke dalam DNS resolver ‘s tembolok , menyebabkan name server untuk kembali catatan hasil yang salah. Ini menghasilkan lalu lintas yang dialihkanke komputer penyerang (sumber Wikipedia)
Satu-satunya persyaratan serangan ini adalah pengguna harus berada di jaringan Anda. Jadi, saya dan teman saya menggunakan koneksi LAN yang sama. Sementara dia sibuk menonton film, saya menyimpan trik ini untuknya. Saya boot mesin Kali saya dan memulai proses spoofing DNS.

Mari kita mulai!

Cari tahu alamat IP mesin Anda sendiri dan antarmuka tempat Anda terhubung ke internet.


Alamat IP sistem

Setelah, Anda tahu alamat IP mesin Anda dan antarmuka, cari tahu alamat IP gateway.


Alamat IP gateway

Lalu, lanjutkan dan pindai sistem di jaringan Anda. Ini akan membantu Anda menemukan perangkat yang ingin Anda targetkan dan alamat IP-nya.


Memindai jaringan Anda

Setelah, pemindaian selesai dan lengkap Anda akan tahu alamat IP korban Anda.
Sekarang maju dan ketik ini di terminal.
gedit /etc/ettercap/etter.conf
Ini, akan membuka file konfigurasi ettercap , alat yang akan kita gunakan di depan untuk melakukan proses spoofing. Setelah, file konfigurasi dibuka kemudian lanjutkan dan ubah nilai-nilai ec_uid dan ec_gid dari nilai default menjadi nol.


Ubah nilai default menjadi nol

Sekali, itu dilakukan lanjutkan lebih jauh ke bawah, sampai Anda melihat gambar di bawah ini. Secara default redir_command_on dan redir_command_off di bawah iptables, akan dikomentari menggunakan simbol #, menghapus simbol untuk menghilangkan tanda komentar itu.


Batalkan komentar redir_command_on & redir_command_off

Segera setelah Anda membuat perubahan di atas, lanjutkan dan simpan lalu tutup. Jalankan ettercap (versi GUI), klik Sniff, lalu Sniffing terpadu, kotak bawah ini akan muncul dan pilih antarmuka jaringan Anda.


Pilih antarmuka jaringan

Segera setelah Anda mengklik "OK", proses sniffing dimulai. Anda harus menghentikannya untuk sementara waktu.


Memindai jaringan Anda

Setelah, Anda melakukan itu kemudian pergi dan memindai host menggunakan ettercap, opsi ini ada di bawah tab "Hosts". Setelah, pemindaian selesai, periksa "Daftar Host" untuk mendapatkan alamat IP di ettercap. Sekarang kita perlu menetapkan Target 1 & Target 2.


Menetapkan Target 1 & 2

Alamat IP korban (sistem yang kami serang) adalah Target 1, sedangkan alamat IP dari router gateway adalah Target 2. Setelah, ini ditugaskan kemudian lanjutkan ke "ARP Poisoning" di bawah tab "Mitm" dan pilih Sniff koneksi jarak jauh.


Pilih koneksi remote sniff

Setelah menyelesaikan langkah-langkah di atas, pergi ke plugins dan klik dua kali pada plugin "dns_spoof" untuk mengaktifkannya.


plugin dns_spoof

Sekarang untuk proses terakhir yang paling penting dari semuanya. Pada langkah ini kita perlu mengatur pengalihan untuk situs web mana kita perlu mengarahkan lalu lintas ke halaman kita yang telah kita siapkan pada mesin kita. Silakan ketik yang berikut ini di terminal.
gedit /etc/ettercap/etter.dns
Ini akan memungkinkan kami untuk memanipulasi tabel dns, memungkinkan kami untuk merutekan ulang lalu lintas dari sistem korban ke situs web kami yang dihosting secara lokal. Di sini saya menambahkan situs web seperti facebook.com, * .facebook.com, twitter.com, dan lainnya untuk diarahkan kembali ke halaman yang saya hosting di komputer saya.


Tabel DNS

Sekarang proses ini selesai, ubah kode html yang ada di lokasi yang diberikan /var/www/html/index.html dan masukkan apa pun yang Anda inginkan. Setelah semua ini selesai ketik yang berikut di terminal.
layanan apache2 mulai
Segera setelah layanan apache dimulai, kembali ke ettercap dan mulai proses mengendus. Sekarang serangan Anda selesai, dan yang harus dilakukan oleh korban adalah mengunjungi situs web yang telah Anda sertakan dalam tabel DNS Anda.

Tertipu ya!

Sekarang, setelah teman saya selesai dengan filmnya dan membuka sebuah situs web, pemberitahuan khusus ini ada di sana untuk menyambutnya.


Ha ha ha!

Teman saya sangat terkejut selama beberapa saat, sebelum menyadari bahwa saya mengerjainya.

Read More

Bug XSS Pada Google Translate

  No comments
October 06, 2019




Assalamualaikum
 wr.wb

Bagaimana cara untuk mendeface google translate?
Sebenarnya ini bukanlah deface, melainkan bug pada google translate yg gak di fix fix
Tanpa basa-basi kuy gasken

Alat dan bahan:
-sc deface kalian yg udah di ganti jadi.  .txt
-kuota(gaada?mati aja) 
-udud(biar tambah seru

Pertama kalian buka google translate,klik tombol titik tiga di pojok kanan atas, trus klik dekstopnya
Ikutin petunjuk di foto
 2.klik document, trus jelajahi komputer
     Ikutin petunjuk di foto

3.klik itu yg gw bunderin


4.boom:) awowkwkwk



Sfx*lay lay lay

Read More

WOW!!! Ini Dia 5 Tingkatan Seorang Hacker, Apakah Kamu Salah Satunya?

  No comments
October 06, 2019






Kata "HACKER" mungkin sudah tidak asing lagi di era teknologi modern saat ini. Peretas atau juga disebut hacker (dalam bahasa inggris) adalah orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan. Pada beberapa kasus, hacker biasanya diidentikkan dengan hal-hal yang bersifat kriminal di dunia maya (cyber crime). Level hacking (peretasan) dikelompokkan pada tingkat kesulitan pada tiap-tiap aktivitas peretasan tersebut. Ada 5 level atau tingkatan Hacker yang dikategorikan dari segi kemampuan meretas sebuah sistem. Berikut penjelasannya.
1. Lamer
Lamer adalah level hacker tingkat dasar. Pada level ini, hacker menggunakan perangkat lunak trojan, nuke, dan DoS. Mereka adalah orang tanpa pengalaman dan pengetahuan (terutama pengetahuan tentang pemrograman) yang ingin menjadi hacker (wanna-be hacker). Mereka biasanya membaca atau mendengar tentang hacker dan ingin menjadi seperti mereka.
2. Script Kiddie
Seperti juga Lamer, pada level ini mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal. Biasanya tidak lepas dari GUI (Graphic User Interface) . Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti dan menyusahkan pengguna Internet.
3. Developed Kiddie
Level Developed Kiddie ini biasanya aktif mempelajari dunia hacking. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil. Umumnya mereka masih menggunakan GUI (Graphic User Interface) dan baru belajar hal dasar dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
4. Semi Elite
Pada Level ini, hacker mempunyai kemampuan dan pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi termasuk kelemahannya(vulnerability). Biasanya mereka memiliki sebuah program yang dipakai untuk mengeksploitasi sebuah sistem. Banyak publikasi serangan yangd dilakukan oleh hacker tingkat ini.
5. Elite
Ini adalah level tertinggi dari seorang hackerHacker Elite merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan komputer. Kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai IT (sistem administrator) dan sistem analis. Yang bertugas memaintain jaringan komputer dan sekaligus melindunginya dari serangan serangan yang dapat merusak sistem di tempat mereka bekerja, mereka memahami sistem operasi sampai luar dalam, mampu mengkonfigurasi dan menyambungkan jaringan secara global, baik wire connection maupun wirelless connection. Mampu menganalisis penyebab gangguan koneksi jaringan komputer dengan cepat. Mereka biasanya efisien & terampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat (memiliki kemampuan alami / mahir dalam membuat program komputer). Mereka seperti siluman yang dapat memasuki sistem tanpa terdeteksi, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data yang ditemui. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada (kode etik dari seorang hacker). Ketika menemukan celah keamanan dalam sistem yang berhasil mereka masuki, biasanya mereka akan memberitahukan kepada administrator jaringan mengenai kelemahan2 (vulnerability) dan cara cara untuk menambal keamanan dari sistem. 

Read More